• home
  • contact
  • search
Saturday, May 25, 2013
  • Profil
  • Wilayah
    • Kota Surabaya
    • Kab. Sidoarjo
    • Kota Mojokerto
    • Kab. Mojokerto
    • Kab. Jombang
    • Kota Madiun
    • Kab. Madiun
    • Kab. Lamongan
    • Kab. Ngawi
    • Kab. Bojonegoro
    • Kab. Tuban
    • Kab. Magetan
    • Kab. Gresik
    • Kab. Pamekasan
    • Kab. Bangkalan
    • Kab. Ponorogo
    • Kab. Sampang
    • Kab. Sumenep
  • Mail
  • Kalender Akademik
  • Kegiatan
Seputar UPBJJ
  • Home
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Kerja Sama
  • Fakultas
  • Penghargaan
  • Lokasi
  • IKA UPBJJ
Profil
  • Ka. UPBJJ
  • Kasubbag TU
  • Koord. BBLBA
  • Koord. Registrasi dan Pengujian
  • Staf Akademik
  • Staf Administrasi
Layanan
  • Sasaran Kualitas
  • Promosi dan Sosialisasi
  • Info Ijazah
  • Info Yudisium
  • Legalisasi Ijazah
  • UPI
BBLBA
  • Sasaran Kualitas
  • OSMB dan Bimbingan Akademik
  • Informasi Tutorial
  • Batas Akhir Penyerahan Nilai
Registrasi dan Ujian
  • Sasaran Kualitas
  • UAS
  • Ujian TAP
  • SUBK
  • DNU
  • Registrasi
  • Penanganan Masalah Nilai Ujian
  • Penanganan Masalah Registrasi
  • Info Penilaian
Back Sound
Profil Alumni 2
29 Januari 2010 - 07:43

Membangun Daerah Melalui PBI

UT Bojonegoro

 

 

Drs. Sukarni, M.M. yang lahir di Pacitan, 21 Mei 1963 merupakan alumni UT  yang sukses memperkenalkan UT di Kabupaten Bojonegoro. Profesi awalnya sebagai guru SD dari tahun 1986–1996, setelah itu diangkat sebagai penilik selama lima tahun. Saat ini ia menjabat sebagai kepala seksi pengembangan kesiswaan Dinas Pendidikan Bojonegoro. Ia saat ini juga, sedang menyelesaikan program Doktor di Universitas Merdeka Malang dengan mengambil judul disertasi “ Adaptasi Masyarakat Lokal di tengah Perubahan Sosial”.

 

Sukarni masuk di UT tahun 1988 program studi Administrasi Negara bersama 50 orang temannya dan lulus memperoleh gelar sarjana pada tahun 1992. Dia memilih kuliah di UT karena banyak tantangan untuk belajar mandiri. Menurutnya, kunci keberhasilan kuliah di UT adalah memiliki semangat dan kemandirian, disiplin waktu, serta rajin menghadiri tutorial. Pada waktu itu, tutorial masih dilaksanakan di Universitas Airlangga Surabaya, bukan di Bojonegoro, padahal jaraknya sangat jauh sekitar 150 km yang dapat ditempuh sekitar 3--4 jam dengan kendaraan umum. Sulitnya menghadiri tutorial, mengakibatkan mahasiswa UT menolak ikut tutorial di Surabaya. Oleh karena itu,  Sukarni mencoba mencari data mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban untuk membentuk kelompok belajar mahasiswa UT di Bojonegoro. Hal itu membuahkan hasil sehingga pertemuan tutorial dapat dilakukan setiap malam Sabtu dan Minggu di Balai Pertemuan Kantor Pos Giro Bojonegoro. Mahasiswa sangat antusias mengikuti belajar kelompok. Kegiatan kelompok belajar ini berkembang dengan berbagai kegiatan kemahasiswaan lain, seperti sosialisasi UT kepada siswa SMA dan karyawan. Dia menjalin kerja sama dengan kantor Pos Bojonegoro. Saat itu PT Pos memiliki program sosialisasi filateli kepada siswa SMA sehingga sosialisasi UT pun dapat ikut di dalamnya.

 

Pergelutannya dengan dunia pendidikan menyadarkannya pada pemikiran bahwa di daerah-daerah terpencil banyak sekali guru-guru SD lulusan SLTA yang berkeinginan berkuliah di universitas, tetapi karena keterbatasan biaya, waktu, dan letak geografis yang jauh dari kota niat mereka tidak terwujud. Sementara itu, UT yang dapat ditempuh dengan kuliah tanpa tatap muka belum banyak dikenal masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Dari situlah muncul ide membentuk Pusat Belajar dan Informasi (PBI-UT) yang berfungsi untuk memberikan informasi UT kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa, memfasilitasi registrasi, dan melaksanaan tutorial.

PBI Bojonegoro di bawah kepemimpinan Sukarni, saat ini telah dapat menyelenggarakan ujian Akhir Semester untuk program nonpendas (tempat ujian perluasan). Di samping itu, berbagai prestasi telah  diperoleh oleh mahasiswa UT Bojonegoro, seperti keberhasilan memperoleh dana pembinaan Paduan Suara Mahasiswa sebesar Rp20.000.000,00, bantuan dana kegiatan kerohanian sebesar Rp15.000.000,00, dan mengantarkan salah seorang mahasiswa UT menjadi juara III pada kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke XXII yang berlangsung di Universitas Brawijaya Malang, 21 – 25 Juli 2009. Mahasiswa jurusan S-1 Pendidikan Fisika ini meraih juara ketiga dalam kategori lomba kompetensi kreasi inovatif makanan berbahan lokal (KKI Mabelok) setelah bersaing dengan perwakilan dari 110 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia. Judul karya inovatif dari mahasiswa tersebut adalah “Karya Kreasi Inovatif Kudapan Nusantara”, yang menghasilkan tiga produk makanan, yakni; kue bolu tape, kue fantasi pujero, dan kue vagansa kerut. Di samping itu, mahasiswa UT Bojonegoro seolah sudah menjadi pelanggan penerima beasiswa PPA dan BBM karena prestasi mereka cukup membanggakan. Saat ini jumlah mahasiswa yang memperoleh beasiswa sekitar 35 orang dan yang paling membanggakan bagi Sukarni, mahasiswa UT yang ada di PBI telah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi III tingkat UT atas nama Ribut Rahmayanti, mahasiswa prodi manajemen semester V dengan indeks prestasi  3,65.

Perjuangannya sebagai alumni UT yang ikut memiliki ditempuhnya dengan kerja keras dan perjuangan. Saat sosialisasi, dirinya dapat menjadi contoh yang langsung dicontohkan pada khalayak. Semboyan ”belajar mandiri ... UT pasti”  yang dipopulerkan oleh UPBJJ-UT Surabaya seolah telah menjadi langkah hidup dan semangatnya ikut mengembangtumbuhkan UT. ”Terima kasih Pak Karni.” (Penulis : Pardamean Daulay).

 

 

 

[Silahkan mengisi berita]

 


Pojok UPBJJ
  • Pengumuman
  • Berita
  • Kegiatan
  • Forum Diskusi
PTN Pembina
  • Unesa
  • Unair
  • ITS
Pusat
  • UT Pusat
Universitas Terbuka Surabaya © 2008